Bambu

Selingkuh, Dianiaya Bambu Runcing di Bangkalan

Bangkalan nuansa desa Bilaporah Barat saat ini sedang mencekam sekali. Dikabarkan di hari Rabu, 24 Januari 2018, sesudah Dhuhur ada seorang warga yang namanya Muhammad Sirin, berusia 35 tahun telah dianiaya beramai-ramai tetangganya sendiri. Isunya, penganiayaan yang berat tersebut telah dilatarbelakang oleh perselingkuhan korban dengan istri dari si pelaku. Bilaporah yang ada di Kec. Socah, selama 30 dari pusat kota yangadadi Kab. Bangkalan, Jawa Timur ke arah selatan Pelabuhan Kamal. Akses paling mudah ke TKP dari Kampung Lengguleng, di desa Keleyan. Saat pihak media telah meninjau tempat penganiayaan, terasa sangat mencekam suasananya tersebut.

Warga http://citibetqq.com yang telah duduk di warung dan teras rumah langsung menatap tajam seakan-akan menembus kaca helm saat ada orang yang baru melintasi desa tersebut. Kira-kira sepanjang 1 km dari mulut gang Pesakalan, lewat jalan kecil yang beraspal namun juga berkelok terlihat ada sebuah mobil polisi yang lengkap dengan lampu suar yang masih menyala. Garis polisi terlihat terpasang mengelilingi area pekarangan di bagian kiri jalan. Ada juga 3 rumah dan juga langgar yang terdapat di pekarangan tersebut, di rumah yang memiliki teras bentuk huruf L, Sirin telah dianiaya oleh pelaku.

Kejadiannya tersebut terjadi ketika memasuki waktu dari shalat dhuhur. Yang membuat ganjil dari kejadian tersebut adalah, adanya plafon rumah yang bentuknya L terlihat rusak parah, jebolnya kemudian hampir secara keseluruhan di bagian semua sisi. Pecahan asbes terlihat berserakan di bagian lantai rumah. Dalam halaman tersebut terdapat setumpuk potongan bambu. Kata seorang polisi, bahwa bambu tersebut dipakai oleh pelaku untuk menjebol plafon rumah. Korban yang telah bersembunyi di plafon, kemudian membuat para pelaku langsung merusak plafon supaya korbannya langsung keluar.

Setengah jam setelah itu, pihak aparat yang berasal dari Polsek Socah beserta tim Buser Polres dari Bangkalan sampai di TKP untuk melakukan evakuasi terhadap korban penganiayaan di rumah sakit. Saat polisi naik tanggake bagian atap rumah untuk melakukan evakuasi Sirin, tidak ada warga yang membantu polisi. Kemungkinan besar dikarenakan korban tersebut telah melakukan kasus perselingkuhan. Seorang AKBP Anissullah M Ridha, dari Kapolres Bangkalan telah memperlihatkan barang bukti berupa senapan angin beserta senjata tajam yang dipakai untuk menganiaya Sirin.

Ihwal kabar dari perselingkuhan tersebut telah mendapatkan keterangan yang lebih rinci dari warga bernama Abdullah. Dia bercerita bahwa pelaku terhadap penganiayaan tersebut tidak lain dilakukan oleh tetangga Sirin sendiri dan juga masih ada erat hubungannya dengan keluarga. Rumah si pelaku dengan sang korban hanya berjarak 50 meter. Ceritanya, di hari Selasa malam, tanggal 23 Januari 2018, Mul, berusia 27 tahun telah mempergoki Sirin yang sedang berduaan dengan sang istri di rumahnya. Saat itu, istrinya mendapati sedang berselingkuh, Mul kemudian langsung memberitahukan hal ini pada keluarganya. Mul dan juga istri Sirin saat ini adalah masih sepupu.

Entah itu bagaimana respon dari sang keluarga sesudah mendengar penuturan dari Mul. Karena, di keesokan harinya, kemudian mereka secara beramai-ramai menyerang si Sirin. Ketika penyerangan terjadi, Hanifah, istri dari Sirin sedang tertidur di ruang tamu dengan anaknya yang usianya masih 7 tahun. Waktu itu istri Sirin dibangunkan dari tidurnya dan langsung dibawa keluar oleh 4 orang. Dia melihat ada banyak orang yang sedang memegang bambu di halaman rumah. Setelah itu, dia tidak sadar. Sesudah sadar, dia sudah ada di rumah nenek. Begitulah laporan http://speedbet88.co yang disampaikan pada pihak kepolisian.

Leave a Reply