Menewaskan 95 Orang, Bom Bunuh diri Kembali Terjadi di Kabul, Afghanistan

Kasus bom bunuh kembali terjadi, kali ini bertempat di Afghanistan. 95 orang tewas dan 158 orang terluka akibat peristiwa yang terjadi sabtu kemarin pada tanggal 27 Agustus. Menurut keterangan para saksi, bom bunuh diri tersebut meledak di pusat kota Kabul ini terjadi saat lokasi tersebut sedang ramai pengunjung. Lokasi bom bunuh diri tersebut merupakan area kantor Uni Eropa, Zona Perbelanjaan, dan juga rumah sakit.

Saking banyaknya korban, tim medis pun sempat kewalahan mengatasi peristiwa tersebut. Aksi bom bunuh diri ini diduga sebagai aksi teror dari Taliban yang sebelumnya juga pernah melancarkan aksi penyerangan dengan menggunakan ambulans yang telah didisi peledak.

Pada kejadian bom bunuh sebelumnya yang dilancarkan Taliban juga berhasil menewaskan 40 orang dan korban luka-luka sebanyak 140 orang. Para pelaku berhasil melewati pos pemeriksaan yang pertama dengan mengatakan bahwa mereka membawa pasien yang akan dilarikan ke rumah sakit Jamhuriat. Rumah sakit Jamhuriat merupakan rumah sakit yang berada di sekitar lokasi bom bunuh diri.

Menurut wakil Juru Bicara Kementrian Luar Negeri, Nasrat Rahimi bom bunuh diri tersebut diledakkan saat berada di pos pemeriksaan kedua. Korban yang tewas pada bom bunuh diri kali ini bertambah yaitu sebanyak 95 orang sebagaimana informasi yang telah diberikan oleh Waheed Majroh, Juru Bicara Kementrian Kesehatan. Serangan Taliban sebelumnya memang telah banyak memakan korban yang merupakan prajurit yang baru saja menunaikan sholat jum’at. Taliban tidak hanya menyerang dengan bom bunuh diri saja, tapi juga dengan menembaki para prajurit dengan menggunakan kendaraan yang entah bagaimana dapat melewati beberapa pos pemeriksaan.

Kejadian tersebut kembali terjadi pada kemarin siang waktu setempat dengan memakan korban yang juga tak kalah banyak dengan serangan teror sebelumnya. Taliban merupakan kelompok yang dibentuk dengan dukungan Amerika dan Pakistan dan telah banyak melakukan aksi pelanggaran hak asasi manusia dengan Afghanistan dan Iran sebagai sasarannya. Kelompok ini bahkan mendapat kecaman dari pihak Dewan Keamanan PBB.

Leave a Reply