1 Februari 2018, Singapura Melarang Rokok Elektrik

Dikabarkan bahwa pihak kementrian kesehatan dari Singapura telah memberlakukan sebuah larangan untuk pembelian dan sekaligus pengonsumsian terhadap produk tembakau. Misalnya saja seperti pembelian dan pemakaian shisha, rokok elektrik, dan juga sejumlah tembakau yang lain. Larangannya tersebut akan mulai ditetapkan dan diberlakukan di tanggal 1 Februari 2018 mendatang. Larangan baru yang dibuatnya tersebut adalah sebagai perwujudan untuk tahapan pertama yang dibuat dari amandemen UU Tembakau yang membahas tentang pengendalian terhadap iklan dan penjualan yang sudah disahkan oleh Parlemen di bulan November 2017 yang lalu.

Tepat di bawah UU itu, siapapun yang telah kedapatan telah membeli, memiliki, sekaligus memakai produk terlarang seperti itu, maka mereka akan langsung dikenakan biaya denda hingga senilai 2.000 Dollar Singapura, atau setara dengan 20 Juta rupiah. Bagi salah satu member http://www.speedbet88.net tentu saja nominal ini sangat besar sekali untuk sebuah hukuman rokok elektrik ataupun sejenisnya. Berbeda sekali dengan yang diberlakukan di negara kita, yang mana semuanya masih bisa ditoleransikan. Sedangkan di Singapura sudah tidak ada lagi toleransi terhadap produk tembakau dan sejenisnya. Karena hal ini dinilai sangat tidak menyehatkan sekali.

Maka dari itulah, kali ini masyarakat didorong dan didesak oleh pihak pemerintahan Singapura agar segera membuang semua produk yang berkaitan dengan tembakau yang sedang dimiliki atau digunakannya saat ini. Hal tersebut sudah dinyatakan oleh pihak kementrian dari Kementrian kesehatan yang ada di Singapura. Seperti yang telah diketahui, bahwa selama ini, tata tertib dan peraturan tentang hal tersebut hanya sekedar ditetapkan untuk mereka yang sudah tertangkap telah melakukan impor, menjual, bahkan mendistribusikan produk tembakau ini secara sembunyi-sembunyi.

Atas tindakan tersebut, jika didapati seseorang ada yang melanggarnya, maka mereka akan mendapat hukuman denda senilai 10 ribu dollar Singapura. Atau jika disamakan dengan rupiah sama dengan 101,2 juta rupiah. Itupun masih ditambah lagi dengan sebuah hukuman penjara yang masih harus ditanggung. Yaitu selama 6 bulan berlaku untuk pelanggaran yang pertama. Sementara untuk pelanggaran yang dilakukan secara berulang kali, maka pihak pelanggar tersebut wajib membayar denda paling besar mencapai 20 ribu dollar Singapura, atau setara dengan 203,6 juta rupiah sekaligus harus menjalani penjara selama 1 tahun.

Bahkan tak hanya itu saja, telah ditetapkan pula bahwa pihak Singapura sendiri juga sudah meningkatkan batasan usia paling kecil untuk proses pembelian, pemakaian, penjualan, kepemilikan, sekaligus penawaran produk tembakau ini adalah berusia dari 18 tahun, kini menjadi harus berusia 21 tahun untuk paling kecil usianya. Hal ini diberlakukan guna melindungi para generasi muda atas ketergantungan terhadap pemakaian dari produk tembakau saat ini.

Jadi, sebenarnya perubahan ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mengurangi kesempatan untuk para kaum muda dan para pemain http://www.bengkelbola.net agar tidak merokok sebelum mereka berusia 21 tahun. Hal ini dilakukan pula agar dapat melindungi terhadap jumlah populasi manusia terhadap bahaya dari produk tembakau, khususnya untuk produk imitasi. Hal ini juga sudah dinyatakan oleh kementrian kesehatan dari Singapura. Mengingat begitu berbahayanya produk tembakau untuk kesehatan para manusia, sehingga hal ini membuat pihak pemerintah mengatur kebijakan tegas agar kesehatan para masyarakat dan warganya akan selalu terjamin. Sehingga, semua warga bisa tumbuh sehat dan terbebas dari sarang penyakit. Karena seperti yang telah Anda ketahui, bahwa untuk perokok pasif ataupun aktif, keduanya sama-sama akan mengalami keruian jika tetap dilakukan sampai saat ini.

Leave a Reply